7 Penyebab Kegemukan Badan (Obesitas) pada Pria & Wanita

Penyebab kegemukan badan (obesitas) pada wanita remaja banyak terjadi setelah melahirkan sama halnya seperti perut buncit pria setelah menikah. Salah satu cara mengatasinya adalah menjaga pola hidup sehat dan menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebab kegemukan.

Simak penjelasan maklonminuman.co.id tentang beberapa penyebab kegemukan badan pada pria dan wanita, remaja dan dewasa.

Gangguan pada Sistem Metabolisme Tubuh

Terdapat banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kenaikan berat badan. Terkadang hal-hal tersebut disepelekan dan dianggap tidak akan membuat bobot tubuh mereka naik. Contohnya, terlalu banyak ngemil, kurang olahraga dan tidak mendapatkan istirahat yang cukup.

Perlu kamu ketahui bahwa proses metabolisme akan berjalan dengan baik apabila tubuh memperoleh istirahat, olahraga serta asupan nutrisi yang seimbang. Jika ketiga hal itu tidak terpenuhi, tentu bakal mempengaruhi metabolisme dan membuat tubuhmu lebih mudah mengalami kenaikan ataupun penurunan berat badan secara drastis. Dalam hal ini, kondisi pertama lah yang lebih sering terjadi.

Oleh karenanya, penting sekali untuk mengetahui faktor yang jadi penyebab kegemukan pada seseorang berikut agar kamu dapat memperbaikinya mulai dari sekarang.

Faktor Keturunan atau Genetik

Penyebab Kegemukan Badan (Obesitas) pada Pria & Wanita

Salah satu faktor utama yang menyebabkan seseorang mengalami kegemukan alias obesitas adalah keturunan atau genetik. Anak yang orang tuanya obesitas punya resiko lebih besar untuk mengalami kondisi yang sama ketimbang yang memiliki orang tua dengan berat badan ideal.

Menurut penelitian, orang yang mempunyai gen FTO umumnya cenderung suka mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak dan gula tinggi. Tak hanya itu, mereka juga tidak cepat merasa kenyang. Oleh sebab itu lah mereka yang membawa gen FTO beresiko lebih besar untuk mengalami obesitas.

Walaupun demikian, genetik tidak sepenuhnya menjadi pemicu obesitas, kok. Apa yang kamu konsumsi juga punya andil untuk meningkatkan resiko tersebut. Kalau kamu memiliki gen obesitas dan lantas melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat, tentunya resiko mengalami obesitas bakal naik berkali-kali lipat.

Lain bila kamu mempunyai gen obesitas, namun menerapkan pola hidup yang sehat, misalnya rajin berolahraga dan mengatur asupan makanan. Resiko terkena obesitas pun jadi lebih rendah.

Makan di Malam Hari

Kebiasaan ini kerap dikait-kaitkan dengan kenaikan berat badan seseorang. Sebab, proses metabolisme dalam tubuh bakal melambat saat kamu tertidur. Sehingga, kalori makanan yang kamu konsumsi akan disimpan menjadi lemak. Oleh karenanya para ahli menyarankan agar makan malam tidak lebih dari pukul 19.00.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa makan di jam-jam tidur dengan kebiasaan olahraga yang buruk bisa meningkatkan resiko obesitas. Walaupun hal itu dibantah oleh Michael Ormsbee, profesor ilmu gizi, makanan dan olahraga dari Florida State University. Menurutnya, belum ada bukti yang cukup atas pernyataan itu. Ormsbee mengatakan, semuanya tergantung dengan apa dan seberapa banyak yang kita makan.

Dalam penelitian yang dilakukan Ormsbee, mengonsumsi protein dengan porsi sedikit atau 200 kalori sekitar 30 menit sebelum tidur tidak mempengaruhi metabolisme seseorang. Beliau juga menambahkan bahwa makan malam justru bisa membawa manfaat baik apabila kita memilih makanan yang tepat.

Penambahan berat badan akan terjadi jika yang kamu konsumsi adalah camilan atau makanan-makanan dengan kandungan kalori dan gula berlebihan. Memang tidak bisa dipungkiri kalau mengerjakan tugas atau menonton TV di malam hari lebih enak sambil ngemil. Tapi, bila dibiarkan dapat menjadi kebiasaan yang buruk.

Minum Es Atau Minuman Dingin

Di cuaca yang panas kayak gini, es atau minuman dingin bak oasis di tengah gurun. Tidak bisa dipungkiri kalau dibanding air hangat, minum es lebih cepat menghilangkan dahaga saat kita kegerahan. Namun, kamu pasti pernah mendengar bahwa minum es bisa menyebabkan kegemukan, bukan?

Pada sebuah forum di internet beberapa tahun lalu ditemukan sebuah tulisan yang membahas tentang hubungan minum air es dengan kegemukan. Kurang lebih seperti ini: suhu dingin yang ditimbulkan oleh es yang berkondensasi dengan air bisa membuat makanan, terutama yang mengandung minyak membeku. Akibatnya, lemak dapat menumpuk dalam usus dan menyebabkan penyempitan pada saluran-saluran pencernaan yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan.

Tapi, secara ilmiah sebetulnya tidak ada kaitan antara kebiasaan tersebut dengan berat badan seseorang. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism justru menyebutkan bahwa air dingin bisa meningkatkan suhu tubuh. Artinya, air es nggak mungkin membekukan lemak dalam tubuh kita.

Es bisa mengakibatkan kegemukan apabila dicampur gula, sirup dan makanan atau minuman manis lainnya. Kalau mengonsumsi air putih bersuhu dingin saja tidak bakal membuatmu gemuk karena non-kalori.

Melahirkan Pada Wanita

Masalah ini seringkali dialami oleh para ibu usai melahirkan. Penyebabnya, menurut nutrisionis sekaligus pelatih fitness online, Alvin Hartanto, yakni pola makan yang kurang terkontrol ketika tengah hamil. Tahu sendiri, kan, kalau lagi hamil biasanya ibu-ibu suka ngidam? Kadang mereka tidak pandang bulu terhadap makanan yang hendak dikonsumsi, yang penting ngidamnya terpenuhi.

Apalagi saat sedang hamil, hormon mereka naik. Otomatis nafsu makan pun meningkat dan berat badan jadi tidak terkontrol. Perlu kamu tahu juga bahwa metabolisme wanita lebih lambat daripada pria, sehingga mereka lebih cepat gemuk. Oleh karenanya, selain mengonsumsi minuman untuk menurunkan berat badan secara alami, ibu-ibu harus mengurangi porsi makan pasca melahirkan agar tubuh tidak bengkak.

Stress

Jangan salah, stress juga dapat memicu obesitas, loh! Soalnya, kondisi ini mendorong kita buat lebih banyak makanan, khususnya yang manis-manis, seperti coklat, es krim dan lain-lain. Sebab, makanan-makanan tersebut diyakini bisa mengurangi stress dan memperbaiki mood. Saat sedang stress, metabolisme tubuh pun tidak berjalan dengan baik dan membuat kita lebih gampang gemuk.

Selain itu, menurut para peneliti dari Stanford University, stress bisa memicu perubahan hormon, yakni hormon AdamTs1. Hormon tersebut mampu mendorong pertumbuhan sel-sel lemak dalam tubuh. Jika berkembang semakin banyak, hormon Adamts1 akan membuat kenaikan berat badan berlangsung dengan sangat cepat. Bahkan, membuatnya susah untuk turun.

Salah Memilih Makanan

Malas masak atau kelupaan bawa bekal bisa jadi alasan seseorang untuk memesan makanan dari luar. Dan makanan yang paling sering dipesan adalah junk food. Sebab, selain enak dan tampilannya menggiurkan, harga junk food juga terbilang murah.

Tapi, dibalik kelebihannya, junk food atau yang kerap disebut makanan sampah ini tidak baik untuk kesehatan apabila dikonsumsi terlalu sering. Makanan itu mengandung lemak, gula, garam dan minyak yang tinggi. Sehingga, jika dimakan secara berlebihan bisa menimbun banyak kalori dan lemak dalam tubuhmu.

Di samping junk food, saat sedang diet kamu juga tidak disarankan untuk mengonsumsi kafein terlalu banyak. Karena kelebihan kafein dapat menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat secara drastis dan turunnya pun secara tiba-tiba. Akibatnya, kamu jadi cepat merasa lapar.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.