Kalau kita tarik beberapa tahun ke belakang, hampir semua pebisnis minuman pernah ada di satu fase yang sama: punya ide, melihat tren, tapi ragu saat masuk ke tahap eksekusi. Bukan karena produknya jelek. Sering kali justru karena terlalu banyak pilihan.
Di sinilah bisnis minuman serbuk menarik untuk dibicarakan. Bukan sekadar karena sedang tren, tapi karena secara model bisnis, produk ini relatif fleksibel, scalable, dan rasional secara biaya.
Minuman serbuk tidak menuntut cold storage. Tidak sensitif distribusi. Umur simpan panjang. Dan yang sering terlupakan: margin bisa diatur sejak awal, selama perhitungan HPP dilakukan dengan sadar.
Masuk ke 2026, karakter konsumen juga berubah. Mereka ingin praktis, cepat, dan bisa dikonsumsi harian. Minuman serbuk menjawab kebutuhan itu.
Tren Minuman Serbuk Terlaris Tahun Ini
Dalam banyak forum diskusi bisnis, satu kesalahan umum adalah terlalu fokus pada “ide unik”, padahal pasar justru sering bergerak ke arah produk yang familiar tapi dikemas ulang dengan pendekatan baru. Mari lihat tren yang benar-benar bertumbuh.
Minuman Kesehatan (Collagen & Fiber)
Dua kata kunci ini hampir selalu muncul di laporan tren: collagen dan fiber.
Bukan tanpa alasan, karena keduanya bersinggungan langsung dengan gaya hidup modern: ingin sehat, ingin praktis, dan ingin hasil yang terasa.
Minuman collagen berkembang pesat di pasar kecantikan. Konsumennya tidak hanya beauty enthusiast, tapi juga pekerja urban yang mencari solusi simpel.
Sementara minuman fiber masuk ke ranah diet, pencernaan, dan lifestyle sehat.
Yang menarik, produk ini tidak bergantung musim. Selama positioning-nya masuk akal dan klaimnya tidak berlebihan, repeat order sering kali lebih kuat dibanding minuman musiman
Kopi & Teh Kekinian
Kalau tujuannya volume, kopi masih belum tergeser. Kopi bubuk kemasan adalah market terbesar di kategori minuman serbuk. Mulai dari sachet ekonomis sampai kopi premium single origin, semua punya ceruk pasarnya sendiri.
Teh kekinian, matcha, thai tea, milk tea masih stabil. Mungkin tidak se-hype beberapa tahun lalu, tapi pasarnya sudah matang. Justru ini yang membuatnya menarik: demand konsisten, bukan euforia sesaat.
Banyak brand besar memulai dari kopi atau teh serbuk sebelum membuka kedai. Alasannya sederhana: risiko lebih kecil, data pasar bisa dibaca lebih cepat.
Minuman Herbal Modern
Herbal juga berevolusi. Yang laku hari ini bukan jamu pahit dalam botol plastik, tapi herbal instan dengan rasa yang bisa diterima pasar modern. Seperti jahe instan premium, kunyit asam serbuk, temulawak, bahkan kombinasi herbal dengan kolagen.
Di kategori ini, diferensiasi bukan di bahan, tapi di:
- rasa
- kemasan
- narasi manfaat yang realistis
Produk yang jujur biasanya bertahan lebih lama.
Model Bisnis: Repacking vs Maklon
Di titik ini, biasanya muncul pertanyaan lanjutan: “Lebih baik mulai dari mana?”. Karena dalam praktiknya, tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua orang.
Repacking (Bisnis Minuman Serbuk Modal Kecil)
Repacking sering dipilih untuk:
- uji pasar
- jual minuman serbuk kiloan
- reseller & dropship
Model ini cepat dan relatif aman untuk pemula. Modalnya ringan, perputaran cepat. Namun, banyak pebisnis menyadari satu hal setelah berjalan: repacking sulit dibawa naik kelas. Kontrol kualitas terbatas, legalitas tidak fleksibel, dan brand sulit dibedakan.
Maklon Minuman Serbuk (Jasa Produksi Terima Beres)
Maklon biasanya dipilih saat tujuan bisnis mulai jelas: ingin membangun merek, bukan sekadar jualan.
Dengan maklon, Anda bisa:
- punya formula sendiri
- atur varian rasa
- urus BPOM dan Halal MUI
- hitung HPP lebih presisi
Modalnya memang lebih besar, tapi skalanya juga berbeda. Banyak pelaku usaha justru mulai maklon bukan karena ingin langsung produksi, tapi karena ingin tahu apakah idenya layak secara bisnis.
Di fase ini, konsultasi dengan penyedia jasa maklon minuman sering dipakai sebagai alat berpikir bukan sekadar vendor produksi.
Cara Memulai Bisnis Minuman Serbuk Sendiri
Kalau dirunut, prosesnya sebenarnya tidak rumit. Yang membuat rumit biasanya adalah melompat terlalu jauh tanpa urutan.
- Riset pasar
Fokus pada masalah konsumen, bukan sekadar tren. - Pilih model bisnis
Repacking untuk uji pasar, maklon untuk jangka panjang. - Tentukan mitra produksi
Supplier atau maklon yang terbuka untuk diskusi biasanya lebih membantu. - Urus legalitas sesuai target
Tidak semua bisnis harus BPOM sejak hari pertama, tapi rencananya harus ada. - Bangun kemasan dan identitas
Di bisnis minuman serbuk, kemasan sering menjadi salesman pertama. - Hitung HPP dengan jujur
Harga murah tidak selalu berarti untung.
Pada tahap inilah banyak orang memilih untuk berhenti sejenak dan berdiskusi. Bukan karena ragu, tapi karena ingin memastikan langkah berikutnya tepat.
Bisnis minuman serbuk jarang gagal karena produknya tidak laku. Lebih sering gagal karena perencanaannya terburu-buru.
Kalau Anda sedang berada di fase eksplorasi entah itu ide bisnis minuman serbuk, peluang usaha minuman kekinian, atau sekadar ingin memahami apakah maklon masuk akal untuk kondisi Anda tidak sedikit pelaku usaha yang memilih konsultasi ringan terlebih dahulu.
Beberapa di antaranya memanfaatkan layanan yang tersedia di maklonminuman.co.id untuk sekadar berdiskusi, memetakan biaya, dan membaca risiko sejak awal. Karena dalam bisnis, keputusan terbaik sering lahir dari obrolan yang tenang, bukan dari dorongan sesaat. ***


