Banyaknya brand baru di tengah masyarakat, membuat fenomena sistem maklon semakin populer saja. Namun sejalan dengan itu, muncul juga pertanyaan dari calon pengusaha, yaitu apakah maklon lebih mahal untuk jangka panjang jika membandingkan dengan memproduksi produk secara mandiri?
Baca Juga: Sebelum Launching Produk, Banyak Brand Menguji Pasar dengan Cara Ini
Pertanyaan tersebut cukup wajar saja. Ketika seseorang ingin membangun brand minuman serbuk, perhitungan biaya menjadi faktor yang sangat penting. Selain produksi, ada pula aspek lain yang perlu mendapat perhatian, misalnya saja dengan legalitas produk. Tidak sedikit calon pelaku usaha yang juga mulai bertanya izin edar BPOM bayar berapa sebelum produk bisa dijual secara luas di pasaran?
Untungnya, jika melakukan kerja sama dengan sistem maklon, hampir semuannya akan mereka tangani. Selain produksi, juga dengan legalitasnya sudah mereka handle.
Apakah Maklon Lebih Mahal untuk Jangka Panjang?

Kalau melihatnya secara sekilas, biaya maklon memang sering terlihat lebih besar di awal. Hal ini karena biaya produksi biasanya sudah mencakup berbagai fasilitas selain produksi tadi. Juga ada dari hal riset produk, penggunaan mesin industri, sampai ke dukungan pengurusan legalitas.
Namun jika menghitungnya secara menyeluruh, jawabannya tidak selalu sederhana. Banyak pelaku usaha akhirnya menyadari bahwa membangun fasilitas produksi sendiri juga membutuhkan investasi yang sangat besar.
Oleh karena itu, diskusi mengenai apakah maklon lebih mahal untuk jangka panjang sebenarnya perlu melihatnya juga dari sudut pandang total biaya bisnis. Selain produksi, ada juga biaya operasional, perawatan mesin, tenaga kerja, serta proses legalitas yang harus terpenuhi.
Akan tetapi, dengan sistem maklon justru membantu pelaku usaha mengurangi risiko bisnis di tahap awal. Brand owner dapat fokus mengembangkan pasar dan strategi pemasaran, tanpa harus memikirkan operasional pabrik secara langsung.
Perbandingan Biaya Maklon dan Produksi Sendiri
Untuk lebih dalam lagi mengenai apakah maklon lebih mahal untuk jangka panjang, penting melihat beberapa komponen biaya utama dalam bisnis minuman serbuk ini.
- Pertama adalah investasi mesin produksi. Mesin untuk pengolahan minuman, pengeringan serbuk, juga dengan pengemasan otomatis membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, peralatan tersebut juga memerlukan perawatan berkala agar tetap berfungsi dengan baik. Dari sini sudah terbayang bagaimana dengan biaya mesinnya saja?
- Kedua adalah biaya fasilitas produksi. Pabrik harus memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Hal ini termasuk tata ruang produksi, sanitasi, juga dengan sistem pengawasan kualitas agar selalu terjaga dengan baik.
- Ketiga adalah tenaga kerja. Operasional pabrik memerlukan tim yang terdiri dari operator mesin, tim quality control, dan juga penting dari tenaga teknis yang memahami proses produksi.
Baca Juga: Berapa Ya Sebenarnya Biaya Pengurusan Izin BPOM Minuman?
Selain itu, masih ada dari pengujian produk juga menjadi bagian penting. Produk minuman serbuk yang akan dipasarkan perlu melewati berbagai proses uji kualitas. Dalam tahap ini, banyak calon brand owner juga mulai mencari tahu syarat izin BPOM minuman agar produknya dapat memperoleh legalitas resmi.
Sekali lagi. dengan sistem maklon, sebagian besar kebutuhan tersebut biasanya sudah tersedia. Inilah yang menjadi keuntungan buat Anda yang akan menerapkan sistem ini.
Ada baiknya, Anda juga sudah mulai mendiskusikan kebutuhan produksi ini sejak awal dengan kami. Termasuk di dalamnya mengenai ide formula produk maupun nama merek yang ingin Anda pakai. Diskusi ini bebas biaya. Dan untuk Anda juga, informasi tambahan dari artikel yang sudah kami tulis, bisa menjadi sumber rujukan tambahan dari bisnis ini.

