Bisnis

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT

Diterbitkan pada

Telah diupdate pada

Ditulis oleh Purwanto dan Muslim

Disupervisi oleh Melawati, Purwanto

Saat ini minuman coklat bubuk semakin populer dan banyak digemari oleh berbagai kalangan karena praktis dan rasanya yang lezat. 

Menurut Zion Market Research, pangsa pasar minuman coklat bubuk global diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya sebesar 8,84% pada periode tahun 2022 – 2030. 

Walaupun begitu, masih banyak calon pengusaha atau entrepreneur yang gagal mengembangkan bisnis ini karena kurang memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi bisnisnya.

Tentunya, tanpa strategi yang matang, bisnis minuman coklat bubuk dapat gulung tikar karena kalah bersaing dengan kompetitor lainnya.

Oleh karena itu, kami akan menjelaskan tentang prospek bisnis minuman coklat bubuk dengan menggunakan analisis SWOT dan strategi mengembangkan bisnis minuman ini yang tepat. 

Mari baca artikel ini hingga tuntas.

Apa itu Minuman Coklat Bubuk?

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 1

Minuman coklat bubuk adalah minuman instan yang terbuat dari olahan biji kakao yang dihaluskan menjadi bubuk.

Proses pembuatan minuman ini berawal dari biji kakao yang dikeringkan dan diolah sehingga menghasilkan bubuk coklat. 

Bubuk coklat itulah yang akan menjadi bahan dasar dalam pembuatan minuman coklat instan.

Dilansir dari Alodokter (2023), coklat sendiri memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, seperti meningkatkan energi, memperbaiki mood, mencegah penyakit jantung, dan menurunkan kadar kolesterol pada tubuh.

Minuman coklat ini memiliki warna coklat yang pekat dengan cita rasa manis dan enak khas coklat.

Baca juga artikel kami tentang minuman taro serbuk dan cara memulai bisnisnya.

Analisis SWOT Bisnis Minuman Coklat Bubuk

Kekuatan bisnis minuman coklat bubuk (Strength)

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 3

Bahan baku mudah didapatkan

Bahan baku utama untuk membuat minuman coklat bubuk adalah biji kakao. Di Indonesia, biji kakao banyak ditemukan dan tersebar di berbagai daerah.

Menurut Rizaty (2022), beberapa daerah penghasil kakao terbesar di Indonesia, yaitu:

No.
Daerah Penghasil Kakao
Produksi (ribu ton)
1.
Sulawesi Tengah
130,6
2.
Sulawesi Tenggara
114,8
3.
Sulawesi Selatan
107,1
4.
Sulawesi Barat
70,9
5.
Lampung
54,8
6.
Aceh
40,9
7.
Sumatera Barat
40,2
8.
Sumatera Utara
35,9

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa Indonesia merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia dengan total produksi mencapai 739.483 ton pada tahun 2022 (Syafira, 2023).

Dengan bahan baku yang mudah di dapatkan, maka bisnis minuman coklat bubuk memiliki prospek yang menjanjikan untuk kedepannya.

Proses produksi sederhana

Proses produksi minuman coklat bubuk sangatlah sederhana dan mudah. 

Baca juga   Perbedaan Booster Drink Powder dengan Bubuk Minuman Kemasan Biasa

Proses produksi yang sederhana tersebut membuat siapapun dapat memproduksi minuman coklat bubuk. Bahkan, proses produksi minuman ini dapat dilakukan secara pribadi maupun dalam skala rumahan.

Berikut langkah-langkah memproduksi minuman coklat bubuk, menurut informasi (Novi, 2021), yaitu:

No.
Langkah-Langkah
Uraian
1.
Pengupasan kulit biji coklat
Kupas kulit biji coklat dengan cara dipukul-pukul dengan menggunakan ulekan batu agar mudah membukanya.
2.
Pengeringan biji coklat
Biji coklat yang sudah dikupas atau terbuka, kemudian diletakkan di atas loyang untuk selanjutnya di keringkan dengan cara di jemur selama 2 – 3 minggu. Hal itu dilakukan agar biji coklat dipastikan benar-benar kering.
3.
Sangrai biji coklat
Setelah biji coklat dikeringkan, maka biji coklat harus disangrai terlebih dahulu sampai berwarna kecoklatan dengan api yang sedang dan tetap diaduk-aduk.Setelah warnanya kecoklatan, dinginkan biji coklat tersebut.
4.
Kupas dan giling biji coklat
Biji coklat yang selesai didinginkan harus dikupas untuk diambil bagian inti coklatnya. Setelah diambil bagian intinya, giling atau blender bagian inti coklat tersebut hingga halus.
5.
Penyaringan bubuk coklat
Inti biji coklat yang sudah dihaluskan, selanjutnya harus disaring terlebih dahulu untuk mendapatkan tekstur yang benar-benar halus.Setelah disaring dan didapatkan bubuk coklatnya, maka bubuk coklat tersebut telah siap diproses lebih lanjut untuk dijadikan sebagai minuman coklat bubuk.

Selengkapnya Anda dapat melihat video proses pembuatan minuman coklat bubuk yang dilakukan oleh Novi Da Sari di bawah ini.

Biaya produksi relatif murah

Biaya produksi untuk minuman coklat bubuk relatif murah dan terjangkau untuk semua kalangan.

Berdasarkan informasi sebelumnya, kita dapat menganalisis biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi minuman ini, antara lain:

Item
Nominal
Referensi
Biji kakao
Tergantung jumlah pembelian
Ulekan batu
Rp7.500
Nampan/loyang stainless steel
Rp45.000
Kuali wajan stainless steel
Rp104.000
Spatula besi
Rp25.245
Blender
Rp133.000
Saringan
Rp28.200
Wadah Penyimpanan (Toples)
Rp31.500
Listrik dan gas
Tergantung pemakaian

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasanya biaya untuk memproduksi minuman coklat bubuk relatif murah yaitu sekitar Rp374.445. 

Namun, biaya tersebut belum termasuk menghitung biji kakao, listrik, gas atau bahan tambahan lainnya yang digunakan serta biaya dapat bervariasi tergantung skala bisnis yang dijalani. 

Walaupun begitu, biaya produksi minuman coklat bubuk tetap relatif murah.

Kelemahan bisnis minuman coklat bubuk (Weaknesses)

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 5

Persaingan yang ketat

Persaingan dalam industri minuman coklat bubuk sangatlah ketat. Hal ini terlihat dari banyaknya merek yang menawarkan produk-produk berkualitas. 

Bahkan, Anda pun pastinya sudah tidak asing lagi dengan berbagai merek minuman coklat bubuk, seperti Van Houten, Windmolen, Tulip, Roman, Oh! Java, Hershey’s, Chefmate, Ghirardelli, Bendico, dan Bensdorp (Hello Sehat).

Selain itu, Anda juga pasti mengenal beberapa merek minuman coklat bubuk sachet ini, seperti Choco Drink, Cadbury Chocolate Drink, Chocolatos Chocolate Drink, Drink Beng Beng, dan Hot Cocoa Indulgence (My Best).

Persaingan yang ketat dalam bisnis minuman coklat bubuk membuat Anda sebagai pengusaha atau calon pengusaha harus memikirkan strategi yang tepat agar dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan produk dari pesaing.

Baca juga   Contoh Business Plan Powder Minuman Kekinian

Kemungkinan fluktuasi harga bahan baku

Biji kakao sebagai bahan baku minuman coklat bubuk sering mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu. 

Menurut Fuji (2023), harga biji kakao pada periode bulan juni tahun 2023 sebesar 2.969,09 dolar AS/metrik ton. lalu pada bulan juli tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 4,91% atau sebesar 145,79 dollar AS/metrik ton yaitu 3.114,88 dollar AS/metrik ton.

Kemudian, pada bulan oktober, menurut informasi (Antara News, 2023), biji kakao naik menjadi 3.622,88 dollar AS/metrik ton. Namun, pada bulan november tahun 2023, biji kakao mengalami penurunan harga menjadi 3.524,56 dollar AS/metrik ton.

Fluktuasi harga bahan baku minuman coklat bubuk ini menyebabkan sulitnya pengusaha untuk merencanakan anggaran, menentukan harga jual, dan menjaga konsistensi rasa produk.

Pengaruh musim terhadap proses produksi

Musim merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses produksi minuman coklat bubuk. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi ketersediaan kakao sebagai bahan baku utama.

Kakao merupakan tanaman yang rentan terhadap perubahan iklim dan serangan hama. Pada musim penghujan, hama penghisap buah kakao (Helopelthis sp.) akan muncul dan dapat merusak biji buah kakao (Yona, 2020).

Sedangkan, pada musim kemarau, kekeringan yang panjang dapat menyebabkan biji buah kakao tidak berkembang atau kosong sehingga mengurangi hasil panen kakao (Jamalpangwa, 2023).

Oleh karena itu, musim dapat mempengaruhi proses produksi minuman coklat bubuk baik dari segi ketersediaan, kualitas, maupun harga kakao.

Peluang bisnis minuman coklat bubuk (Opportunity)

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 7

Permintaan pasar yang terus meningkat

Bisnis minuman coklat bubuk memiliki peluang yang besar untuk terus dikembangkan kedepannya. Hal ini karena permintaan pasar minuman coklat ini akan terus meningkat.

Dikutip dari Zion Market Research (2023), pangsa pasar minuman coklat bubuk secara global diproyeksikan akan terus meningkat dari 2,68 miliar pada tahun 2022 menjadi 4,85 miliar dolar pada tahun 2030 dengan CAGR sebesar 8,84%.

Selengkapnya Anda dapat melihat gambar dibawah ini.

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 9

Dapat menyasar berbagai segmen konsumen

Perlu Anda ketahui bahwa minuman coklat bubuk banyak disukai oleh berbagai segmen konsumen, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa (Milo, 2022). Hal itu karena minuman coklat bubuk memiliki rasa yang lezat.

Anak-anak dan remaja sangat menyukai minuman coklat bubuk karena memiliki minuman ini rasa yang manis dan lezat yang cocok untuk menjadi teman saat belajar, bermain atau bersantai. 

Sementara untuk orang dewasa, minuman coklat ini dapat memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti meningkatkan energi, memperbaiki mood, dan meningkatkan kekebalan tubuh (Alodokter, 2023).

Praktis dan efisien sebagai minuman instan

Minuman coklat bubuk merupakan salah satu jenis minuman instan. Minuman instan disebut sebagai minuman yang praktis, efisien, tahan lama, dan cepat saji (Kumparan, 2020).

Maka dari itu, minuman coklat bubuk memiliki banyak keunggulan, mulai dari mudah disimpan, dapat dibawa kemana-mana, proses penyajian yang cepat dan sederhana, serta masa simpan yang lama.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa pangsa pasar minuman instan global pada tahun 2020 bernilai 74,83 juta dolar dan diperkirakan pada tahun 2031 mencapai 137,005 juta dolar dengan CAGR sebesar 6,1% dari tahun 2022 sampai 2031 (Allied Market Research).

Baca juga   Analisis Peluang Bisnis Minuman Sehat Kekinian & Unik

Oleh karena itu, minuman coklat bubuk memiliki potensi bisnis yang besar, menguntungkan dan menjanjikan untuk kedepannya.

Ancaman bisnis minuman coklat bubuk (Threat)

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 11

Produsen besar dengan modal kuat

Produsen besar dengan modal kuat adalah salah satu ancaman bisnis dalam industri minuman coklat bubuk. 

Produsen besar memiliki banyak keunggulan dalam skala produksi, distribusi, pemasaran, penelitian dan pengembangan. 

Bahkan, mereka juga dapat menawarkan produk minuman coklat bubuk dengan harga yang lebih murah, kualitas lebih tinggi, dan variasi lebih banyak.

Beberapa produsen besar dengan modal kuat dalam bisnis minuman coklat bubuk di Indonesia ini pasti sudah Anda ketahui juga, seperti Wings, GarudaFood, Mayora, Mondelez, Delfi, dan Nestle (My Best).

Oleh karena itu, Anda harus memiliki strategi-strategi yang tepat agar dapat bersaing dengan produsen-produsen besar tersebut.

Perubahan selera konsumen

Perubahan selera konsumen dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran produk minuman coklat bubuk di pasar. 

Dilansir dari Narianti & Junaeda (2022), selera konsumen yang berubah berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.

Perubahan selera konsumen tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti tren, gaya hidup, pendapatan, atau preferensi. 

Tentunya, perubahan selera konsumen dapat menjadi ancaman untuk bisnis minuman coklat bubuk karena bisa saja konsumen beralih ke produk lain yang menawarkan keunggulan yang lebih banyak, seperti variasi rasa yang beragam atau harga yang lebih murah. 

Regulasi pemerintah terkait pangan

Terakhir, regulasi pemerintah terkait pangan merupakan ancaman dalam bisnis minuman coklat bubuk. 

Regulasi pemerintah terkait pangan dapat menjadi ancaman untuk bisnis minuman coklat ini karena dapat menimbulkan biaya tambahan dan risiko keterlambatan dalam produksi produk.

Hal itu terjadi karena perusahaan harus menyesuaikan proses produksi dan pengadaan bahan baku terlebih dahulu.

Jika tidak menaati regulasi pemerintah tersebut, maka perusahaan bisa saja terkena sanksi atau hukuman.

Anda harus tahu jika regulasi pemerintah terkait pangan pernah berubah yang sebelumnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan menjadi UU 18 tahun 2012 tentang Pangan (Joglo Abang, 2020).

Perubahan tersebut terkait dengan mengatur penyediaan pangan hingga ke tingkat perseorangan, salah satunya pangan olahan serta mengatur tentang sanksi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dalam pangan (Suryana & Khalil, 2012).

Strategi Mengembangkan Bisnis Minuman Coklat Bubuk

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 13

Strategi mengembangkan bisnis adalah cara yang dirancang untuk mempertahankan, mengidentifikasi, dan upaya memperoleh konsumen baru serta meningkatkan pendapatan bisnis (Binus, 2023).

Berikut beberapa strategi pengembangan bisnis minuman coklat bubuk yang dapat Anda terapkan, yaitu:

No.
Strategi
Penjelasan
1.
Meningkatkan kualitas produk
Pastikanlah bahwa minuman coklat bubuk Anda memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang lezat dan konsisten secara terus menerus di setiap produksinya. Anda juga harus memilih bahan baku yang berkualitas serta, higienis, dan mengikuti standar produksi yang baik dalam memproses minuman coklat bubuk.
2.
Membangun merek yang kuat
Ciptakanlah identitas merek yang unik dan menarik yang dapat membedakan produk minuman coklat bubuk Anda dari kompetitor. Anda dapat menggunakan logo, slogan, warna, kemasan, dan media sosial untuk mempromosikan merek Anda. Jangan lupa untuk terus memberikan pelayanan yang ramah dan profesional kepada konsumen.
3.
Melakukan inovasi produk
Anda harus selalu mengikuti perkembangan tren dan selera pasar, serta mencoba untuk membuat variasi minuman coklat bubuk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen. Misalnya, Anda dapat menambahkan rasa, topping, atau campuran lainnya untuk membuat minuman coklat bubuk yang lebih variatif dan menarik.
4.
Memperluas jangkauan pasar
Carilah peluang untuk memperluas jangkauan pasar Anda, baik secara geografis maupun demografis. Anda dapat menjalin kerjasama dengan distributor, agen, atau mitra bisnis lainnya untuk menyalurkan produk minuman coklat bubuk Anda ke berbagai daerah atau segmen pasar.Manfaatkanlah juga platform online untuk menjual produk Anda tersebut secara lebih luas dan efisien.
5.
Strategi pemasaran yang agresif
Tentukanlah target pasar yang spesifik dan potensial, serta merancang strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Anda dapat menggunakan berbagai media promosi, seperti iklan, brosur, spanduk, atau media sosial untuk meningkatkan awareness dan penjualan minuman coklat bubuk Anda. Selain itu, Anda juga dapat memberikan diskon, bonus, atau hadiah untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk minuman coklat bubuk.

Penutup

Menakar Prospek Bisnis Minuman Coklat Bubuk dengan Analisis SWOT 15

Minuman coklat bubuk merupakan bisnis yang potensial untuk dikembangkan karena permintaan pasarnya yang terus meningkat secara global.

Bisnis minuman ini memiliki beberapa keunggulan seperti bahan baku yang mudah diperoleh, proses produksi yang sederhana, dan biaya produksi yang relatif murah. 

Selain itu, minuman coklat bubuk juga disukai oleh berbagai kalangan konsumen karena rasanya yang lezat serta praktis dan efisien sebagai minuman instan.

Walaupun begitu, bisnis minuman coklat bubuk tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti persaingan yang ketat, fluktuasi harga bahan baku, pengaruh musim terhadap produksi, serta perubahan selera konsumen dan regulasi pemerintah. 

Oleh karena itu, pengusaha disarankan untuk menerapkan strategi pengembangan bisnis yang tepat, seperti meningkatkan kualitas produk, membangun merek yang kuat, melakukan inovasi produk, memperluas pasar, dan melakukan strategi pemasaran yang agresif. 

Dengan langkah-langkah tersebut, maka bisnis minuman coklat bubuk dapat terus bertumbuh dan menguntungkan untuk kedepannya.Setelah mengetahui tentang minuman coklat bubuk. Yuk, cari tahu juga tentang powder drink dan peluang bisnisnya.

post

Slamet Purwanto adalah seorang praktisi SEO berpengalaman untuk mengoptimalkan visibilitas website atau brand di search engine. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalamannya sebagai peneliti di sebuah lembaga riset terkemuka di IPB (Institut Pertanian Bogor) dan dosen pengajar di kampus swasta di Ponorogo, dia berhasil mengimplementasikan pengetahuan akademis ke dalam praktik SEO yang sesuai panduan Google.

Sebagai alumni Politeknik Negeri Jember, Muslim mencurahkan pengetahuan dan keterampilan yang kuat ke dalam setiap tulisannya. Sebagai kontributor dan penulis konten, dia menulis konten dengan teliti serta menyajikan data, fakta, dan sumber informasi yang relevan.

Tinggalkan komentar

Hubungi kami untuk konsultasi produk dan informasi penawaran harga maklon terbaru