fbpx

8 Tahun Jadi Wartawan, Ternyata Hokinya di Bisnis Minuman Serbuk

Bisnis Minuman Serbuk

Meniti karier jadi wartawan selama 8 tahun ternyata tak memberi kepuasan tersendiri bagi Muhammad Syakir. Terlebih profesinya tersebut tak kunjung mengantarkan Syakir ke jenjang financial freedom. Karenanya ia memutuskan resign pada 2010 dan mencoba peruntungan di sektor bisnis minuman serbuk.

Baca Juga: Tren Minuman Kolagen di Kalangan Wanita Modern

Jatuh Bangun Merintis Bisnis Minuman Serbuk

Bisnis Minuman Serbuk

Syakir memulai dunia barunya dengan berjualan minuman bubble tea di teras minimarket. Ternyata bisnis minuman tersebut cukup ramai peminat sehingga. Sayangnya, produk minuman Syakir tersebut masih menggunakan campuran sirup sehingga ongkos produksinya masih terbilang tinggi.

Pria berdarah Makassar ini lalu berusaha mengganti resep minumannya. Dari yang semula memakai sirup kini berganti dengan serbuk. Penggunaan serbuk minuman memang jauh menghemat cost. Sehingga margin profitnya pun bisa lebih besar.

Berbekal pencarian di media sosial, Syakir bermitra dengan pemasok minuman serbuk dan cocok dengan kriteria produk yang diharapkannya. Usaha bubble tea miliknya pun terus berjalan. Karena ramai peminat, pemasok menawarkan dirinya untuk jadi agen minuman serbuk.

Syakir membaca hal itu sebagai sebuah peluang emas. Sebab, dengan menjadi agen berhak mendapatkan harga khusus yang lebih murah daripada pembelian biasa. Selain itu dia bisa menjual produk itu kembali pada pengusaha FnB lainnya.

Harapan Syakir memang terwujud nyata. Terlebih ketika tren minuman serbuk makin marak. Namun di situ pula titik ujian Syakir berikutnya. Pemasok malah menjual lagi pada pedagang lain sehingga Syakir sulit mendapat jatah pasokan barang yang kemudian berdampak pada penurunan penjualan di agennya.

Maklon Minuman Serbuk Bisnis yang Menguntungkan

Alih-alih menyerah lantaran sulitnya mendapat pasokan minuman serbuk, jiwa wirausaha Syakir malah makin tertantang. Dia memutuskan memproduksi minuman serbuk dengan brand sendiri dan membangun CV. Jakarta Powder Drink.

Keberuntungan kembali berpihak pada Syakir. Dia yang dulunya berharap pasokan dari distributor, kini justru menjadi pemasok kebutuhan minuman serbuk di kafe-kafe, restoran, hingga stand-stand minunan di food street. Tercatat, Syakir berhasil memproduksi 30 varian minuman serbuk dalam berbagai rasa. Sebut saja di antaranya serbuk teh, kopi, susu aneka rasa, buah-buahan dan lain sebagainya.

Dari usaha ia bisa memberdayakan 3 orang pekerja untuk memproduksi sekitar 200 kilogram serbuk minuman setiap harinya atau lebih-kurang 6 ton dalam sebulan. Tiap bulan dia bisa mencapai omzet rata-rata 300 juta rupiah. Bahkan pada waktu-waktu tertentu penjualannya bisa melonjak hampir 2x lipat dengan omzet mencapai 500 juta. Misal, pada momen long weekend atau libur hari raya besar. Dimana antusias masyarakat untuk jajan minuman masih lebih tinggi daripada hari biasa. Di situlah permintaan terhadap minuman serbuk turut meningkat.

Strategi Pemasaran

Perjuangan Syakir untuk bisa sampai pada titik sekarang ini tidaklah mudah. Namun dari situlah pendapatannya berlipat-lipat kali lebih besar daripada saat dia masih berstatus sebagai wartawan media nasional.

Dalam hal pemasaran, Syakir cenderung menyasar pada pembeli grosiran, termasuk distributor. Meski harga satuannya bakal lebih murah pada pengambilan grosir daripada eceran, namun perputaran barangnya lebih cepat. Saat ini Syakir telah memiliki distributor tetap yang tersebar di seluruh kota besar seperti Surabaya, Bogor, Bandung, Makassar, dan Tangerang. Rencana berikutnya, Syakir akan membuka cabang di Medan, Padang, Solo, dan Samarinda.

Baca Juga: Dari Ide ke Produk Jadi, Begini 7 Tahapan Maklon Minuman Serbuk

Pengalaman Syakir mengajarkan kita bahwa kesuksesan bisa diraih dari apapun yang kita tekuni sungguh-sungguh. Siapa sangka dari minuman serbuk mantan wartawan ini bisa jadi pengusaha hebat dengan omzet ratusan juta tiap bulan. Kalau Anda juga mau menjalani bisnis yang serupa dengan Syakir ini, kami menyediakan layanan konsultasi secara gratis yang bisa Anda manfaatkan. Ada banyak yang bisa didiskusikan, mulai dari perencanaan sampai dengan pengadaan produk minumannya juga.

Artikel Lainnya

Ada Pertanyaan? 

Jika ada yang kurang jelas tentang cara maklon di perusahaan kami, maka silakan hubungi kami atau kunjungi pabrik kami di Bogor (Google Maps).